• Selasa, 17 Mei 2022

Memanjakan Mata di Eko Wisata Dayeuh Manggung

- Sabtu, 13 November 2021 | 08:03 WIB
Dayeuhmanggung Garut (Travelingyuk.com)
Dayeuhmanggung Garut (Travelingyuk.com)

Basis13.com-Berlibur di alam terbuka tidak hanya memberi kebugaran jasmani tapi juga rohani.

Segarnya udara perkebunan dengan hamparan daun yang hijau menambah kesegaran mata kita.

Salah satu tempat yang cukup asyik dikunjungi bersama keluarga anda adalah Dayeuh Manggung di Garut Jawa Barat.

Dayeuh Manggung, merupakan kawasan perkebunan teh peninggalan Belanda. Di tempat ini terdapat balai pohon dan balai yang menyerupai perahu yang menjadi spot foto favorit bagi traveler. Selain itu, ada juga spot foto lainnya, yaitu talang air peninggalan Belanda. Talang air atau jembatan saluran irigasi air ini memiliki panjang 200 meter dan masih berfungsi. Masing-masing dibagi menjadi beberapa blok, di antaranya Blok Tarang memiliki luas 7,17 hektar, dan di Blok BTR Meong 8,68 hektar.

Dayeuh Manggung sendiri memiliki luas area 1.500 hektar. Sejak tahun 2014, disini dibudidayakan tanaman jeruk seluas 15,85 hektar pada kawasan Afdeling tengah. Tanaman jeruk yang ada, dibedakan ke dalam beberapa jenis.   Mulai dari jeruk Kepok Garut dengan jumlah 3.365 pohon, Kepok Batu sejumlah 1.950 pohon, Kepok Madura ada 1.500 pohon serta Kepok Trigas yang tumbuh dengan 1.800 pohon.

Uniknya lagi, Dayeuh Manggung kini telah menggalakkan potensi eko wisata, yang di antaranya mewujudkan keasrian Kampung “My Darling”.

Kampung ini dicetuskan oleh warga setempat pada awal tahun 2017 dan mengusung “Azas Manfaat”.  Dimana azas ini mencakup cara memanfaatkan limbah-limbah rumah tangga yang digunakan untuk hiasan mempercantik hunian.  

Yah, kreatifitas ini sangat mendukung keindahan alam sekitar.  Terbukti dengan keunikan dari kampung tersebut yang menampilkan dinding-dinding rumah yang kebanyakan terbuat dari kayu dengan lukisan mural tiga dimensi.

Daya tarik Dayeuh Manggung ini, selain keindahan kebun teh dengan panorama Gunung Cikuray, di dalam kawasan ini juga terdapat Kampung Amsterdam yang sudah ada sejak tahun 1913. 

Halaman:

Editor: Dudy Supriyadi

Artikel Terkait

Terkini

Ini Makanan Yang Bisa Merawat Ginjal

Rabu, 1 Desember 2021 | 16:25 WIB

Obyek Wisata Banyu Mili Mulai Dibanjiri Wisatawan

Senin, 22 November 2021 | 11:59 WIB

Kisah Para Ulama Menghormati Kepakaran Satu Sama Lain

Selasa, 16 November 2021 | 11:10 WIB

Hanya Lima Menit dalam Sehari Waktu Rehat untuk Si Ibu

Senin, 15 November 2021 | 13:41 WIB

Memanjakan Mata di Eko Wisata Dayeuh Manggung

Sabtu, 13 November 2021 | 08:03 WIB
X