• Selasa, 17 Mei 2022

Bukan Hanya Dagingnya, Di Tangan Sulastri Biji Durian Bisa Jadi Tepung

- Kamis, 9 Desember 2021 | 16:19 WIB
Durian (Pinterest)
Durian (Pinterest)

Basis13.com-Kreatifitas tanpa batas, mungkin itu yang dilakukan oleh sosok wanita asal Semarang ini.

Ketua kelompok UMKM Karya Bunda Mandiri Semarang PGU Sulastri Perengsari (46 tahun) menyulap limbah durian menjadi barang yang bernilai dan bermanfaat bagi warga sekitar. Ide ini berawal dari persoalan limbah durian yang dihasilkan dari Kampoeng Wisata Alam Malon.

Seperti diketahui wisata alam tersebut menawarkan pilihan wisata membatik dan makan buah durian di kebun langsung. "Di wilayah kami, pohon durian banyak, nah dari situ saya dan ibu-ibu di sini punya ide untuk mengelola limbah dari biji durian itu," kata Sulastri.

Sulastri menjelaskan limbah durian dari wisata Alam Malon bisa mencapai sekitar 100-150 kilogram biji durian per bulan di luar musim panen. Jika di musim panen, bijinya mencapai 100-750 kilogram per bulan.

"75 persen biji durian itu tidak dijual dan hanya dibuang begitu saja yang mengotori lingkungan Gunung Pati, Semarang," katanya.

Di Gunung pati memang terkenal sebagai penghasil dua jenis durian, yakni Durian Monti dan Malika. Di tangan Sulastri yang merupakan binaan dari Indonesia Power (IP), biji durian itu diolah menjadi tepung dan aneka pangan.

Hal itu sebagai aksi nyatanya dengan mengedepankan kepedulian lingkungan dan kepekaan sosial. Untuk biji yang diolah menjadi tepung, dalam satu tahun menghasilkan 60 sampai 150 kilogram.

"Tepung-tepung itu diolah oleh UMKM Karya Bunda Mandiri menjadi brownies ponge atau biji durian, criping, emping, ballen pisang, wingko, dan kue tanduk," katanya.

Program keberlanjutan itu pun memberikan manfaat yang cukup besar untuk lingkungan dan masyarakat setempat. Sebab pengurangan sampah cukup signifikan di lingkungan tersebut.

Halaman:

Editor: Dudy Supriyadi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ini Makanan Yang Bisa Merawat Ginjal

Rabu, 1 Desember 2021 | 16:25 WIB

Obyek Wisata Banyu Mili Mulai Dibanjiri Wisatawan

Senin, 22 November 2021 | 11:59 WIB

Kisah Para Ulama Menghormati Kepakaran Satu Sama Lain

Selasa, 16 November 2021 | 11:10 WIB

Hanya Lima Menit dalam Sehari Waktu Rehat untuk Si Ibu

Senin, 15 November 2021 | 13:41 WIB

Memanjakan Mata di Eko Wisata Dayeuh Manggung

Sabtu, 13 November 2021 | 08:03 WIB
X