• Kamis, 18 Agustus 2022

Indonesia Berhasil Cegah Karhutla, Sejak Pandemi Covid 19

- Selasa, 26 Oktober 2021 | 20:44 WIB
Siti Nurbaya Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan  (istimewa)
Siti Nurbaya Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (istimewa)

Basis13.com-  Indonesia berhasil mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama dua tahun berturut-turut sejak pandemi Covid-19. Hal ini berkat kerja keras semua pihak dalam mencegah karhutla di seluruh wilayah Indonesia.

“Banyak pihak memprediksi tentang bencana ganda di Indonesia pada tahun 2020 dan 2021. Kita sangat bersyukur, doa dan kerja keras kita dikabulkan Tuhan. Fakta yang terjadi justru sebaliknya, Indonesia bebas asap karhutla selama dua tahun global pandemi,” ujar Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya pada pertemuan COP-16 ASEAN Agreement On Transboundary Haze Pollution (AATHP) yang digelar virtual di Jakarta, Jumat (22/10/2021).

Dalam forum itu, Indonesia bertindak sebagai tuan rumah yang diikuti Menteri Lingkungan Hidup se-ASEAN.

Baca Juga: Wapres Minta Lembaga Publik Wujudkan Akuntabilitas, Kuncinya Kolaborasi

Siti Nurbaya menjelaskan, berdasarkan data dan tren yang didapatkan dari pengecekan lapangan dan pemantauan satelit selama hampir 10 bulan terakhir, serta prediksi hingga akhir bulan ini, Indonesia telah dapat memastikan bebas dari duet bencana tahun ini.

“Ini artinya, tidak ada kebakaran kabut besar yang menyebabkan kabut asap di Indonesia selama dua tahun pandemi melanda dunia. Hal ini juga mematahkan banyak prediksi yang mengatakan bahwa Indonesia akan mengalami duet bencana pada tahun lalu dan tahun ini,” tegasnya.

Mengacu data monitoring hotspot dari satelit Terra/Aqua Lapan sejak 1 Januari 2021 hingga 20 Oktober 2021 dengan tingkat keyakinan (Confidence Level ≥ 80%), tercatat jumlah titik api sebanyak 1.296 titik. Sedangkan periode yang sama di tahun 2020 tercatat sebanyak 2.665 titik api. Artinya, terjadi penurunan jumlah hotspot sebanyak 1.369 titik atau turun 51,37%.

Hingga akhir bulan ini, terutama di Sumatera dan Kalimantan yang merupakan titik utama penerapan solusi permanen dalam pencegahan karhutla, menunjukkan secara umum berada dalam kondisi basah. Meski begitu, semua elemen dan sumber daya di lapangan terus tetap siaga.

Dalam forum ini, Menteri Siti kembali menegaskan salah satu syarat utama untuk mencapai tujuan AATHP yaitu fokus pada pencegahan. Melalui AATHP, Indonesia telah meningkatkan upayanya dalam pencegahan karhutla melalui serangkaian pedoman, kerja sama, peningkatan kapasitas dan upaya lainnya.

Di hadapan para peserta pertemuan, Siti Nurbaya juga berbagi komitmen Indonesia untuk mencegah karhutla melalui serangkaian kebijakan, tindakan korektif, dan aksi di lapangan yaitu pengelolaan ekosistem gambut, peringatan dini dan deteksi dini, patroli terpadu, pelibatan masyarakat (Masyarakat Peduli Api), modifikasi cuaca, pemadaman udara dan penegakan hukum.

Halaman:

Editor: Deetje Darmaputra

Tags

Terkini

Kapolda Irjenpol Suntana Jabar Pimpin Sertijab

Rabu, 5 Januari 2022 | 19:59 WIB

Sidang Kasus HW, JPU Hadirkan Lagi Empat Saksi

Kamis, 23 Desember 2021 | 20:21 WIB

Ibrah Dari Meletusnya Semeru, Jangan Membenci Habaib

Kamis, 9 Desember 2021 | 14:23 WIB

Presiden Jokowi Apresiasi Kapolri Membuat Lomba Mural

Sabtu, 4 Desember 2021 | 21:59 WIB
X